DUSUNG NEGERI LUHU SERAM BARAT: Model Hutan Tradisional dan Agroforestri Berkelanjutan di Maluku

Di balik hijaunya lereng Seram Barat, terdapat warisan budaya agraris yang kaya akan nilai ekologis dan sosial: Dusung. Dusung bukan sekadar kebun, melainkan sistem pengelolaan lahan tradisional yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Maluku. Di Negeri Luhu, pola dusung menjadi cerminan harmoni antara manusia dan alam, dengan kombinasi tanaman yang disusun berdasarkan ketinggian tempat.

🌱 Dusung: Forest Garden yang Hidup

Penelitian yang dilakukan oleh tim Universitas Pattimura mengungkap bahwa dusung di Negeri Luhu memiliki struktur vegetasi menyerupai hutan alami. Tidak ditemukan tanaman semusim—semuanya adalah tanaman tahunan (perennial) seperti pohon buah dan kayu-kayuan. Karena itu, dusung lebih tepat disebut sebagai Forest Garden.

🏞️ Ketinggian Menentukan Komposisi

Dusung di Negeri Luhu dibagi berdasarkan tiga zona ketinggian:

  • 0–300 mdpl: Dominasi tanaman sagu (Metroxylon sagu) pada tingkat pohon dan cokelat (Theobroma cacao) pada tingkat tiang.
  • >300–500 mdpl dan >500 mdpl: Cengkeh (Syzygium aromaticum) menjadi spesies paling dominan.

Ilustrasi Kombinasi Jenis Tanaman di Dusung Negeri Luhu

 

Semakin tinggi tempat, semakin sedikit kombinasi jenis tanaman yang ditemukan. Hal ini dipengaruhi oleh suhu, tekanan udara, dan aksesibilitas masyarakat ke lokasi dusung.

🌳 MPTS vs Kayu-Kayuan

Dari 67 jenis tanaman yang ditemukan, 50,75% adalah MPTS (Multi Purpose Tree Species) seperti pala, durian, langsat, dan kenari. Sisanya adalah kayu-kayuan seperti beringin, kayu besi, dan kenanga. Masyarakat lebih memilih MPTS karena manfaat ekonomis dan ekologisnya yang beragam.

📊 Kerapatan Vegetasi

Kerapatan vegetasi tertinggi ditemukan di zona rendah (0–300 mdpl), dengan semai mencapai 14.000 individu/ha. Di zona tinggi (>500 mdpl), kerapatan semai hanya 5.500 individu/ha. Ini menunjukkan bahwa kondisi biofisik dan campur tangan manusia sangat memengaruhi struktur vegetasi.

✨ Penutup

Dusung bukan hanya sistem tanam, tapi juga cerminan filosofi hidup masyarakat Maluku: menyatu dengan alam, menjaga keberlanjutan, dan memanfaatkan sumber daya secara bijak. Negeri Luhu telah membuktikan bahwa tradisi bisa berjalan seiring dengan konservasi.

🌿 Mari kita pelajari dan lestarikan dusung—karena di sanalah hutan dan kebun berpadu menjadi taman kehidupan.

Lihat artikel penelitian:
KOMBINASI JENIS TANAMAN POLA DUSUNG PADA BERBAGAI KETINGGIAN TEMPAT DI NEGERI LUHU SERAM BARAT (2022)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>